Perlakuan tak menyenangkan diterima Barry saat Villa berujicoba melawan Walsall hari Selasa (22/7/2008) malam waktu setempat. Bahkan keberadaannya di lapangan pun sudah seperti sebuah "hukuman" dari manajer Martin O'Neill.
Barry tidak dilibatkan dalam laga resmi Villa di Piala Intertoto akhir pekan lalu. Tapi saat menghadapi partai tak penting melawan klub gurem pula -- Walsall bermain di divisi II Liga Inggris -- ia malah diturunkan sebagai starter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pada penampilan terakhirnya Barry dipuji-puji saat membela timnas Inggris pada 1 Juni lalu -- mengalahkan Trinidad & Tobago 3-0 dan ia mencetak satu gol --, kali ini Barry mendapat sambutan yang tidak simpatik. Setiap kali menyentuh bola, banyak fans Villa yang mencemoohnya dengan berbagai teriakan seperti 'Judas', 'Barry Siapa?', atau 'Anda tak pantas mengenakan kostum ini'.
Teriakan "positif" yang diterima Barry justru datang dari suporter Walsall saat meresponsnya dengan "Hanya ada satu Gareth BarryβRekrut dia!"
Barry, walaupun penampilannya dinilai cukup baik, akhirnya berhenti setelah satu jam pertandingan, saat digantikan Barry Bannan. Tapi hanya 10 menit ia duduk di bangku cadangan sebelum ngeloyor ke ruang ganti.
Itulah efek yang mulai dialami Barry perihal keinginannya pindah ke Liverpool. Sebelumnya ia telah didenda 80 ribu pounds oleh klubnya karena menyebut O'Neill menghalang-halangi niatnya hengkang. Ia juga dicekal dari agenda latihan pra-musim di dua minggu pertama.
Barry, yang telah 11 tahun membela Villa, sepertinya sudah tak tertahankan hasratnya untuk bergabung ke Anfield. Itu sebabnya, dalam pertemuan dia, agennya, dan O'Neill pekan lalu, pemain berusia 27 tahun itu tetap menyatakan ingin berbaju The Reds.
Hanya saja, hingga kini kepastian transfer di antara kedua klub belum jelas. Liverpool masih belum mau memenuhi bandrol Villa sebesar 18 juta poundsterling, kendati Rafa Benitez mendambakan Barry berduet dengan Steven Gerrard.
(a2s/ian)











































