Usia tak bisa berbohong. Seorang pesepakbola memasuki senjakala karirnya ketika umurnya sudah berada di kepala tiga. Demikian juga Scholes, yang bergabung dengan MU sebagai remaja berusia 17 tahun.
"Saya pikir paling lama saya punya dua tahun lagi," ujar Scholes yang tengah menjalani tur pra-musim bersama MU di Afrika Selatan, seperti dikatakannya kepada Daily Mail. "Saya punya sisa kontrak satu tahun dan semoga mendapat satu tahun lagi."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Scholes mengaku tak tahu apakah nanti ia akan merindukan sepakbola; tapi yang jelas sepakbola akan merindukannya. Barangkali para fans 'Setan Merah' musim ini harus mengabadikan setiap operan-operannya, tendangannya dan larinya menjelajah lapangan.
Bagaimanapun Scholes merasa yakin bahwa dirinya tak akan merindukan segala sesuatu yang melekat kepadanya sebagai seorang pesepakbola top yang bermain di Liga Utama Inggris.
"Saya tak mau mengatakan bahwa saya tidak sabar untuk mengakhiri semuanya. Tapi saya betul-betul menunggu saat mengakhirnya dan semua yang ada bersama hal itu," katanya. "Satu-satunya hal yang akan saya rindukan adalah sepakbola, bukan kehidupan pesepakbola."
"Publik sekarang betul-betul gemar menginvasi. Mereka selalu ingin tahu tentang Anda dan apa yang Anda lakukan," keluhnya.
Untuk mengisi hari-harinya pasca pensiun kelak, Scholes ingin mengajak anaknya untuk menonton MU bertanding. Bila anak Ole Gunnar Solskjaer mengidolai Wayne Rooney, maka anak Scholes mengidolai ayahnya sendiri.
"Saya pasti akan menonton United. Anak saya, Owen, ngefans sekali dengan mereka," tuntas Scholes.
(arp/a2s)
