Bahkan penunjukan Gallas sebagai skipper Arsenal musim lalu sempat menimbulkan silang pendapat di kalangan interen. Gilberto Silva konon merasa "tersinggung" karena sebelumnya ia adalah kapten kedua setelah Thierry Henry, dan malah belakangan menjadi kapten timnas Brasil.
Akan tetapi Manajer Arsene Wenger telah memutuskan. Maka jadilah Gallas sebagai tangan kanan Wenger di atas lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima bulan setelah kejadian itu Gallas buka suara. Ia mengakui dirinya belum maksimal dalam menjalani fungsi "sampingan" sebagai kapten tim.
"Anda tahu, Saya banyak belajar. Saya ingin menjadi kapten terbaik, memberi saran-saran yang baik kepada para pemain. Tapi kadang-kadang Anda berbuat kesalahan. Saya pikir musim ini saya tahu apa yang harus dilakukan, dan saya siap mengubah cara berbicara saya kepada pemain," ungkap Gallas kepada Arsenal TV yang dilansir AFP.
Sama seperti musim lalu, musim ini Gallas memimpin sebuah pasukan muda. Kedatangan Aaron Ramsey dan Samir Nasri menambah kental aroma The Young Gunners, apabila pemain senior Gilberto pun telah hengkang.
"Mereka masih mudah. Mereka sangat pemalu. Tapi takkan sulit menyetel mereka. Atmosfer skuad yang fantastis sangatlah baik. Jadi, saya pikir hal tersebut bagus buat mereka," tukas sang kapten berusia 30 tahun itu.
"Kami harus memenangi sesuatu karena di akhir musim piala-piala selalu lebih penting. Musim lalu kami nyaris memenangi sesutu. Mudah-mudahan musim ini berbeda. Semua tahu apa yang harus dilakukan. Kami siap."
(a2s/ian)











































