Saga transfer Barry jauh lebih rumit ketimbang Keane. Jika dalam kasus Keane, The Reds dituding "lewat jalan belakang" oleh Presiden Tottenham Hotspur, Daniel Levy, maka untuk Barry Liverpool selalu menemui kegagalan lantaran harga yang diminta Aston Villa kelewat mahal.
Klub sekota Everton itu sudah empat kali melakukan penawaran dan semuanya selalu ditolak oleh manajer The Villans, Martin O'Neill.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan satu-satunya kini adalah dengan menjual pemain yang dimiliki. Beberapa nama seperti Alvaro Arbeloa, Andriy Voronin, dan Steve Finnan kini dikabarkan telah masuk daftar siap jual.
"Kita tahu bahwa cara untuk mendapatkan uang adalah dengan menjual pemain.Β Kami masih mencoba mendatangkan pemain yang kami butuhkan, dan jika perlu kami akan menjual seseorang," tutur Manajer Rafael Benitez seperti dilansir Sportinglife.
"Jika kami bisa melakukannya (mendatangkan Barry) sebelum akhir dari transfer window maka kami akan mencobanya. Kami selalu mencoba untuk memperkuat skuad kami," tandasnya.
Barry sendiri jauh-jauh hari sudah mengisyaratkan keinginannya bermain bagi The Anfield Gang. Namun, hasratnya itu harus dibayar mahal karena ia kini dicap "pengkhianat" oleh pendukung Villa. (roz/din)










































