Modric, yang dibeli seharga 16,5 juta poundsterling dari Dinamo Zagreb dan tampil cemerlang bersama timnas Kroasia di Piala Eropa lalu, meyakini bahwa Spurs memiliki potensi untuk mencapai prestasi tinggi.
"Klub ini sungguh punya masa depan yang besar. Di sini kami punya banyak hal positif. Kami memiliki ambisi-ambisi yang luar biasa, meskipun Robbie Keane sudah tiada," ujar Modric kepada wartawan di markas latihan timnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Gomes, yang mengambil tempat Paul Robinson di bawah mistar gawang, mengamini proyeksi Modric. Baginya, pemain hebat itu datang dan pergi.
"Dalam sepakbola Anda tak boleh menengok ke belakang. Saya lebih suka memikirkan pemain-pemain yang ada di sini, ketimbang mereka yang telah pergi. Ambisiku musim ini adalah untuk meraih kemenangan," tukas kiper Brasil itu seperti dikutip Reuters.
Saat ditanya ingin memenangi apa, dia menjawab: "Semuanya. Kompetisi ini (Liga Inggris)."
Antuasisme serupa ditunjukkan Giovanni. Ia mengaku tidak menyesal telah meninggalkan Barcelona, klub besar yang telah memboyongnya dari Meksiko saat dirinya masih berumur 13 tahun.
"Saya tidak dipaksa keluar (dari Barcelona), tapi memang sangat sulit buatku bermain reguler di sana. Dan Tottenham adalah opsi terbaik buatku," tutur penyerang kelahiran 11 Mei 1989 itu.
Ia juga mengatakan bahwa Thierry Henry turut memberi saran saat menerima pinangan Spurs. Menurut Henry, The Lilywhites merupakan klub yang hebat dan layak ia jajaki.
"Saya suka suka sekali bermain untuk pelatih seperti Juande Ramos. Dia memenangi sebuah trofi di musim pertamanya di sini, dan kami harus bertekad memenangi piala yang lain musim depan."
(a2s/a2s)










































