Usai Nihil, Rafa Benitez Rakus

Usai Nihil, Rafa Benitez Rakus

- Sepakbola
Selasa, 05 Agu 2008 11:06 WIB
Jakarta - Semenjak menangani Liverpool, baru musim lalu Rafael Benitez tak mampu memenangi satu ajang pun. Kini dia pun bertekad memborong semua gelar.

Di musim pertamanya menukangi "Si Merah" pada tahun 2004, Benitez secara fantastis langsung membawa klub tersebut jadi jawara Liga Champions. Itu merupakan gelar kelima Liverpool di pentas termegah klub sepakbola se-Eropa.

Pada musim keduanya di Anfield, giliran Piala FA yang diberikan Benitez. Wikipedia mencatat dia sebagai satu-satunya manajer dalam sejarah klub Liverpool yang bisa memenangi titel besar di dua musim pertamanya. Di musim itu, Piala Super Eropa juga diraih Liverpool.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beranjak masuk ke musim ketiga Benitez bersama kubu Merseyside, ajang lain dimenangi meski "hanya" Community Shield. Selain itu, Liverpool juga terbilang sukses setelah menembus final Liga Champions untuk kali kedua dalam tiga tahun terakhir.

Akan tetapi, di musim 2007-08 Liverpool malah nihil piala. Benitez sebenarnya membawa "The Reds" memulai musim dengan baik --untuk kali pertama dia sempat membawa Liverpool memimpin klasemen Liga Primer. Namun, di akhir musim Liverpool nyatanya hanya finis di urutan empat.

Di Piala FA, Liverpool sudah tersingkir di tangan Barnsley pada babak kelima. Sementara itu Chelsea malah dua kali menjadi penyingkir Liverpool, yaitu di perempatfinal Piala Liga dan semifinal Liga Champions.

Sudah melalui musim pertamanya tanpa gelar di Liverpool, Benitez pun jadi teramat haus gelar. Dia ingin membasuhnya dengan meraup semua titel yang terhampar di musim depan. Tak ada gelar yang terlalu sepele untuk dimenangi.

"Semuanya penting. Eropa penting, Liga Primer penting, (juga) Piala FA dan Piala Liga, jadi kami akan mencoba memenangi semua piala dan Anda tak pernah tahu. Kami akan mencoba menang dari partai pertama dan lantas melihat bagaimana situasinya," tukas dia kepada situs resmi Liverpool.

Saat ini, imbuh dia, Liverpool tentu menaruh kepercayaan terhadap kemampuan dan kualitas yang mereka miliki. Tapi bercermin dari musim lalu, mereka tetap harus berhati-hati karena saat musim berjalan semua bisa terjadi.

"Kalau kami bisa mengulangi hal yang sama kali ini maka semoga saja kami bisa lebih baik di tengah musim. Namun kami akan berusaha sangat keras untuk bisa sekompetitif mungkin," lugas Benitez.

Untuk para Liverpudlians, dari sederet gelar yang bisa diraih di musim depan mungkin ada satu yang punya nilai lebih: titel juara Liga Primer. Semenjak Kenny Dalglish membawa Liverpool juara liga domestik musim 1989-1990, belum ada lagi manajer yang bisa mengulanginya.


(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads