Cuma mencetak sembilan gol dari 47 penampilan selama dua musim di Chelsea jelas bukan sesuatu yang diharapkan Sheva saat memutuskan hengkang dari AC Milan. Menjadi salah satu striker paling mematikan di Eropa saat berseragam Rossoneri, Sheva seperti mati kutu di Stamford Bridge.
Jelang bergulirnya musim 2008/09 striker Ukraina itu seperti memiliki semangat baru untuk mengembalikan kembali nama besarnya. Kedatangan Luis Felippe Scolari dan kondisi fisik yang jauh membaik setelah sebelumnya sering dibebat cedera jadi modal utama Sheva.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lain yang membuat Sheva yakin kalau dirinya bakal kembali bersinar adalah keberadaan Scolari. Apalagi pelatih Brasil itu sebelumnya sempat menjanjikan kesempatan yang sama buat semua pemain The Blues untuk menunjukkan kebolehannya selepas era Jose Mourinho dan Avram Grant.
"Keputusan pelatih memberi saya kesempatan untuk merasakan lagi ritme bertanding memberi banyak kepuasan. Kami sudah berbincang. Sekarang saya semakin mendekati kondisi ideal dan pemulihan dari cedera, jadi pilihan jatuh pada mereka yang lebih fit," lanjut striker 31 tahun itu.
Dengan kondisi seperti itu, mantan pemain Dynamo Kiev itu pun mengaku siap bersaing dengan striker Chelsea lainnya. Kompetisi yang dipastikan bakal berat mengingat keberadaan Didier Drogba sebagai pilihan utama dalam beberapa musim dan Nicolas Anelka yang bersinar dalam serangkaian laga ujicoba.
"Pelatih selalu memilih pemain terbaik untuk mendapatkan skema permainan terbaik. Saya sangat menghormati Scolari sebagai pria dan pelatih yang hebat," pungkas mantan pemain terbaik Eropa tahun 2004 itu. (din/ian)











































