Asa "Si Biru" juara Liga Champions musim lalu punah di tangan Manchester United. Lawan yang sama menggagalkan mereka jadi juara Liga Primer. Di final Piala Liga Inggris, adalah Tottenham Hotspur yang menyungkurkan Chelsea, sementara Barnsley menyisihkan Petr Cech cs di perempatfinal Piala FA. Β
Rentetan kegagalan tersebut niscaya meninggalkan semacam luka akibat rasa kecewa. Buat Joe Cole, pedih terasa semakin dalam karena Inggris tak lolos ke gelaran Euro 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selalu ada peluang untuk mencari penebusan dalam sepakbola," tegas Joe Cole seperti dikutip The Sun, Rabu (13/8/2008).
"Selalu ada pertandingan di atas partai lainnya. Saat Anda kalah di sebuah pertandingan Rabu malam dengan skor 0-5, Anda bisa menang 5-0Β di akhir pekan," imbuhnya setengah berfilosofi.
Akan tetapi, imbuh Joe Cole, tentu saja itu semua takkan berarti tanpa adanya piala-piala untuk menghiasi lemari penghargaan. Apalagi setiap pemain sepakbola top di dunia jelas mengincar hal yang sama: titel juara.
"Buat saya, tiap menit dalam setiap harinya di musim ini adalah kesempatan untuk berkembang. Kalau Anda melakukannya, biasanya Anda akan mendapatkan hasilnya," tutup dia.
Β (krs/a2s)











































