Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool adalah kekuatan tradisional Premiership. Merekalah pemilik probabilitas terbesar untuk menjadi klub yang memuncaki klasemen akhir di akhir musim.
Jose Mourinho sedikit banyak setuju dengan pendapat itu. Namun ia memperkirakan Arsenal akan kurang bisa bersaing. Tentang siapa yang kira-kira pantas menggantikan posisi The Gunners, pelatih Inter Milan itu menunjuk nama Spurs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spurs selama ini selalu digadang-gadang untuk menjadi perusak dominasi 'Big Four'. Namun hasil yang paling mendekati kenyataan adalah di musim 2005/2006 ketika The Lilywhites, di bawah asuhan Martin Jol, finis di posisi lima; defisit dua angka di belakang Arsenal.
Agresivitas Spurs di bursa transfer membuat mereka kembali diperhitungkan. Datangnya pemain sekelas Luka Modric, Giovani da Silva serta David Bentley membuat kekuatan mereka di bawah kendali Juande Ramos tampak menjanjikan.
Selain Spurs, klub yang tengah terpuruk belakangan ini adalah Newcastle United. Musim lalu, The Toon Army bahkan nyaris terdegradasi sebeluh 'Mighty Mouse' Kevin Keegan membimbing mereka menuju keselamatan.
Mourinho menilai Newcastle kali ini berkesempatan untuk merangsek ke papan atas. Dan itu tidak dalam waktu lama.
"Saya tidak bisa benar-benar memperkirakan siapa tim kejutan Liga Inggris. Namun dari tahun ke tahun, kita selalu menanti Newcastle membaik. Mereka klub besar, punya dukungan besar dan punya pemain-pemain bagus. Jadi, tunggu sesuatu yang lebih dari mereka," tandas Mourinho.
(arp/krs)
