Puja puji atas performa impresif pemain-pemain muda itu lahir di paruh pertama musim lalu. Namun di paruh kedua, 'performa impresif' dan 'pemain muda' itu berubah arti menjadi 'tidak berpengalaman'.
Pada akhirnya, Arsenal harus gigit jari. Di akhir musim, tim asuhan Arsene Wenger itu menduduki tempat ketiga di Liga serta nihil gelar di ajang-ajang lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berjanji akan mempertahankan permainan indah yang menjadi ciri khas Arsenal selama ini, Adebayor juga menyarankan kepada rekan-rekannya untuk sekali-kali bermain keras, yang penting menang.
"Kami telah belajar banyak hal. Kadang Anda harus bermain 'kotor' untuk memenangi beberapa pertandingan. Anda perlu melakukan hal seperti itu karena itu adalah bagian dari sepakbola," terang penyerang berpaspor Togo itu.
Adebayor memberi contoh ketika The Gunners memenangi partai kualifikasi Liga Champions menghadapi Twente Enschede. Ade mengakui rekan-rekannya tidak bermain indah, tetapi pada kenyataannya berhasil unggul.
"Kami terus berlari dan mengoper. Kadang Anda harus melupakan mencoba memainkan sepakbola indah dan hanya memastikan Anda menang. Itu hal yang penting walau kami juga harus mengingat-ingat operan dan pergerakan yang kami inginkan," tutup Adebayor.
(arp/krs)











































