Nasri memang mencuri perhatian di pekan pertama Premiership musim ini. Ia mencetak gol semata wayang, yang mengantar Arsenal menang 1-0 atas West Bromwich Albion.
Sejatinya, bukan gol tunggal itu saja yang membuat jutaan pasang mata tercuri perhatiannya. Aksinya di tengah lapangan, mulai dari dribling, mengatur tempo, hingga passing-nya tak menunjukkan Nasri adalah pemain yang baru berusia 21 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Samir cukup rajin dan bisa menunjukkan akselerasi permainan yang bagus. Visinya terhadap pertandingan juga bagus dan berada di sisi kiri sepertinya cocok untuknya," tandas Wenger di situs resmi Arsenal.
Bertempat di sisi kiri? Ya, Nasri kemarin banyak beroperasi dari sayap kiri kemarin. Namun tak jarang pula ia merangsek ke pertahanan WBA dari lini tengah, atau bahkan dari sisi kanan.
Kharakteristik bermain seperti ini nyaris sama dengan apa yang ditunjukkan Robert Pires beberapa tahun silam. Pemain yang termasuk dalam tim sukses Arsenal di musim 2003/04, kala The Gunners mencatat rekor tak terkalahkan sepanjang bergulirnya kompetisi Premiership, memiliki cara bermain yang fantastis dan kerap menjadi penentu kemenangan bagi timnya.
"Bisa jadi ada sedikit unsur Pires dalam dirinya karena ia sepertinya mudah sekali mengganti arah serangan, dan cara berlarinya juga sedikit sama. Badan Nasri memang lebih kecil, tapi ada sedikit Pires di dalamnya," ujar Wenger lagi.
Jika memang demikian, tak salah bila manajer berjuluk The Professor itu menaruh harapan pada pemuda kelahiran Marseille, Prancis itu. Toh kontribusinya sejak berkarir di dunia sepakbola profesional di usia 17 tahun sudah terlihat.
Musim 2004/05 menjadi musim pertamanya di Ligue 1. Tampil 13 kali bersama Marseille, di mana 11 di antaranya menjadi pemain pengganti, Nasri berhasil mencetak sebiji gol. Kiprah manisnya itu terus bergulir hingga akhirnya ia dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Ligue 1 pada 20 Mei 2007, mengungguli Jimmy Briand dan Karim Benzema.
Dengan curriculum vitae seperti itu, dipanggil masuk skuad Les Bleus pun tinggal menunggu waktu. Pada 28 Maret 2007, ia akhirnya melakoni debut bersama timnas Prancis di laga ujicoba melawan Austria. Euro 2008 pun menjadi event internasional pertamanya. Total sudah 12 kali ia membela tim senior Prancis dan sangat mungkin terus bertambah mengingat usianya yang masih belia. (ian/roz)











































