Mourinho berpisah dengan Chelsea secara tiba-tiba pada bulan September 2007 setelah beberapa bulan sebelumnya mengantar klub tersebut meraih Piala FA pertamanya untuk "Si Biru".
Kepergian tersebut menyisakan sesal buat Mourinho. Dia berharap seandainya saja pergi lebih cepat, sesaat setelah jadi juara Piala FA.
"Kalau ada momen dalam karirku di mana aku menyesali sebuah keputusan, itu pastilah sehari setelah final Piala FA, saat agenku bilang 'klub X' menginginkanmu besok dan aku bilang tidak, aku suka di sini dan tak mau pergi, aku ingin tetap di sini," jelas Mourinho kepada Ford's FeelFootball yang dikutip Sky Sports, Jumat (29/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mourinho boleh jadi menyesali ketidaktepatan dirinya mengambil keputusan. Namun pria asal Portugal itu sama sekali tidak merasakan penyesalan atas waktu-waktu yang telah dihabiskan di Stamford Bridge.
"Di Chelsea yang kupunya hanya punya teman dan tak ada masalah dengan siapapun, tapi jika aku ada di sana satu, dua, tiga, empat pekan lagi mungkin sekarang aku takkan bisa bilang begini. Aku cinta klub itu, aku ada dalam sejarah klub tersebut dan meninggalkan klub di saat yang tepat untuk merasa seperti ini dan mengatakannya dengan jujur."
"Jadi itu adalah waktu yang tepat untuk pergi. Tapi jelas, jika aku menyesali satu keputusan dalam karirku maka itu adalah keputusan tinggal di Chelsea tidak satu musim lagi, tinggal di Chelsea beberapa bulan lagi," tandas dia.
(krs/din)
