Kepastian pindahnya pemain berusia 24 tahun itu terjadi di saat-saat akhir menjelang penutupan transfer windows. Kabar tersebut pastinya cukup mengejutkan karena sebelumnya Robinho sangat mungkin hijrah ke Stamford Bridge.
Akibatnya banyak yang beranggapan bahwa kepindahan pemain asal Brasil itu hanyalah karena tawaran kontrak yang lebih besar dari The Citizens. Argumen tersebut semakin diperkuat dengan kenyataan bahwa pemilik baru City, Dr Sulaiman Al-Fahim, tidak kalah kaya jika dibandingkan dengan Roman Abramovich.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Chelsea beruntung tak mendapatkannya. Anak itu butuh konsultasi serius. Dalam pandangan saya ia telah mendapat nasihat yang salah," ujar Pele seperti dilansir Sportinglife.
Yang kecewa dengan keputusan Robinho menerima pinangan City tidak hanya Pele, tetapi juga Marcelo Texeira, presiden Santos, klub tempat Robinho memulai karirnya. Sebagai panutan banyak anak, Texeira berpendapat tak seharusnya Robinho ngotot ingin hengkang dan tidak menunjukkan loyalitasnya pada Real Madrid.
"Ini adalah episode paling memalukan dalam sepakbol Brasil. Dia adalah pemain yang menjadi panutan banyak anak, sebuah contoh. Namun, ia tidak bersikap demikian," tandas Texeira.
(roz/a2s)











































