Premiership kini jadi kompetisi yang bak bergelimang uang seiring dengan masuknya pengusaha asing kaya raya yang jadi pemilik klub. Yang terkini adalah masuknya Abu Dhabi United Group for Development and Investment (ADUG) yang memiliki Manchester City.
Pindah kepemilikan di City dinilai Kenwright sudah membuat posisi Everton --yang saat ini juga tengah mendiskusikan kemungkinan pindah stadion ke Kirkby-- kian sulit. Menurutnya, sokongan finansial luar biasa dibutuhkan "The Toffees" untuk bisa bertahan dalam persaingan di Liga Primer saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepemilikan baru, nilai Kenwright, juga akan berdampak positif buat Everton dalam mempersenjatai skuad dengan pemain-pemain kelas dunia yang bisa direkrut dengan dana segar nan berlimpah, sebagaimana City memboyong Robinho.
"Sekarang pihak Arab sudah membeli Manchester City dan bikin keadaan semakin sulit buat Everton. Saya hanyalah orang miskin jika dibandingkan dengan para pemilik seperti ini. Saya mau klub ini punya milyardernya, tapi itu bukan saya. Jatah kepemilikan saya sudah ditawarkan semenjak hari saya membelinya."
"Setiap tahun kian sulit saja mencari uang. Mustahil melanjutkannya dengan kondisi finansial kami saat ini. Saya tak tahu bagaimana saya bisa melanjutkan melayani klub ini dalam kondisi seperti ini. Semua orang tahu klub ini butuh investasi. Orang mencari. Saya bisa menjual besok," demikian Kenwright.
(krs/din)











































