Ambisi Juve Kuasai Eropa

- Sepakbola
Senin, 08 Sep 2008 22:50 WIB
Turin - Setelah masa-masa sulit, pentas Liga Champions kini kembali dijejak Juventus. Bidikan tertinggi pun dicanangkan di pentas prestisius klub se-Eropa tersebut, yakni jadi jawara.

Akibat dampak kasus Calciopoli Juve sempat tergusur ke Seri B. Buat klub raksasa Seri A yang belum pernah terdegradasi tersebut, ini jelas sebuah tamparan dahsyat.

Namun demikian, "Si Nyonya Tua" tak berlama-lama di kompetisi kelas dua Italia itu. Musim 2006–07 dilaluinya dengan jadi juara dan mereka pun promosi ke Seri A.

Sekembalinya ke kompetisi teratas klub Italia itu "Bianconeri" juga langsung melesat ke papan atas, bak ingin membuktikan kalau bermain di kompetisi lebih rendah tidak melemahkan mereka dan justru jadi lecutan.

Di akhir musim 2007-08, Juve pun meraih tiket Liga Champions musim ini. Beberapa kalangan lantas boleh menilai kalau mereka takkan bisa langsung bikin prestasi cemerlang di Eropa, dan masih butuh sekitar setahun lagi. Tapi Juve tak setuju.

"Saya ingin melihat Juventus di Jepang untuk Piala Dunia antar Klub karena Liga Champions adalah prioritas saya. Liga (Italia) memang penting tapi kami ingin lebih tampil bagus di Eropa tahun ini dan para pemain sudah bilang mereka punya pikiran sama," tegas Presiden Juve Giovanni Cobolli Gigli kepada La Gazzetta dello Sport yang dikutip Channel 4.

"Saya ingin kami jadi jawara Eropa karena kami adalah merek yang mengglobal," lanjut dia.

Untuk mencapainya, Juve tak hanya sekadar mengandalkan pemain-pemain berpengalaman di Eropa macam Pavel Nedved, Alessandro Del Piero atau Gigi Buffon. Sejumlah pemain muda bertalenta pun mereka punya.

"(Direktur Sepakbola) Alessio Secco dan (pelatih) Claudio Ranieri punya kemampuan bagus dalam mengenali bakat-bakat muda dan berbakat seperti Iago dan Albin Ekdal, misalnya. Lalu kami punya pemain muda Italia seperti Giovinco yang akan segera teken kontrak baru."

"Bersama dengan (pemain Inter Milan) Mario Balotelli, yang punya bakat dan karakter, saya pikir Giovinco akan jadi masa depan timnas Italia," simpul Cobolli Gigli. (krs/ian)