Maroni mengkritik direktur sport Catania itu karena menggunakan kalimat metafora yang sarkas, berbau kekerasan, dan oleh sebab itu dianggap tidak pantas dilakukan oleh seorang petinggi klub.
Lo Monaco memakai kalimat "a smack in the mouth", yang kira-kira mirip dengan "sumpal saja mulutnya", untuk menyebut Mourinho yang dinilai terlalu sombong dan banyak omong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak berhak ikut campur, tapi ketika seorang direktur mengatakan bahwa seorang pelatih perlu ditampar wajahnya, saya berharap Lega Calcio atau Federasi Sepakbola Italia segera mengambil tindakan."
"Apa yang dikatakan Lo Monaco adalah hal terburuk yang dapat dilakukan seorang direktur karena hal itu mendorong kekerasan. Walaupun sekadar kiasan, tapi hal itu tetap bisa dijadikan dalih oleh sebagian fans untuk berperilaku buruk," tandas Maroni.
Lo Monaco sendiri telah menyatakan permintaan maaf atas komentarnya yang satu itu. Ia mengatakan kalimat tersebut salah ditafsirkan.
(a2s/krs)










































