Usai menelan pil pahit saat ditumbangkan Bologna di pekan perdana kompetisi, Mimpi buruk Milan ternyata berlanjut di pekan kedua. Kekalahan 0-2 didapat saat harus bertandang ke Genoa akhir pekan lalu.
Bisa ditebak, posisi Carlo Ancelotti sebagai pelatih kemudian jadi sorotan tajam. Sebuah pertemuan khusus antara dia dengan Adriano Galliani bahkan dilakukan demi mencari solusi atas masalah yang menghadapi Diavolo Rosso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda mencuci pakaian kotor di rumah, bukan di tengah kota," ungkap Carletto memberi perumpamaan. "Tentu saja ini situasi tak mengenakkan, tapi pemain ingin keluar dari kondisi ini sementara pihak klub sudah mengambil langkah yang diperlukan," ungkap Ancelotti di Channel4.
Sejak awal Milan telah menempatkan Piala UEFA sebagai prioritas kedua mereka setelah Seri A. Meski sudah menelan dua kekalahan di kompetisi lokal, mereka belum mengubah kebijakan tersebut.
"Piala UEFA adalah prioritas kedua kami, tapi akan sangat menarik untuk tetap bertarung hingga akhir (kompetisi di buklan) Maret. Dan pemikiran untuk bisa melangkah ke final memberi kami semangat tambahan," sambung Carletto.
Awal perjuangan Milan meraih tropi Piala UEFA pertamanya dipastikan tak akan mudah, meski bermain di kandang sendiri. Selain tekanan akibat dua kekalahan di Seri A, klub Merah-Hitam itu terkendala cedera yang mendatangi beberapa pemainnya dengan Andrea Pirlo menjadi pemain terakhir yang masuk daftar absen.
(din/arp)










































