Bermain di Stadio Olimpico Grande Torino, anak-anak Turin melakoni pertandingan yang berat karena bermain dengan 10 orang sejak akhir babak kedua, dan akhirnya menyerah 1-2.
Ini merupakan kekalahan pertama Bianconeri di kompetisi domestik, yang menyebabkan posisi mereka di daftar klasemen tidak terkatrol. Alessandro del Piero dkk masih bergelayut di papan tengah dengan nilai sembilan yang diperoleh dari enam pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima hari lalu Juve hanya bermain imbang 2-2 dengan tim "kemarin sore" di kelas Eropa, BATE Borisov, di Liga Champions. Sebelumnya lagi, dua kali berturut-turut mereka ditahan Catania dan Sampdoria di kompetisi domestik.
Sebelum partai melawan Palermo, tersiar isu bahwa direksi Juve mulai bersiap mencari calon pelatih baru untuk musim depan. Ranieri, yang memang relatif tidak populer di kalangan fans "Si Zebra", juga akan diputus kontraknya apabila gagal mempersembahkan trofi juara di penghujung musim.
Yang tak kalah menarik, Ranieri sempat bersitegang dengan seorang pemainnya di lapangan, dalam latihan Kamis lalu. Siapa pemain tersebut? Sang maskot, Del Piero.
Dalam laga melawan Palermo, Del Piero sempat menunjukkan kepahlawanannya saat men cetak gol balasan untuk tuan rumah. Ia menjebol gawang Marco Amelia dengan tendangan bebas dari luar kotak penalti, yang memang menjadi spesialisasinya.
Gol tersebut lahir di menit 39, atau 15 menit setelah Palermo lebih dulu menggetarkan gawang Gianluigi Buffon. Dari tendangan bebas Fabio Liverani, Edison Cavani meneruskannya dengan tendangan voli dari sudut sempit dalam jarak yang dekat.
Buffon berhasil memblok tembakan tersebut, namun bola muntah segera diserobot Fabrizio Miccoli. Tanpa kesulitan penyerang bertubuh gempal itu mencocor jala portiere nomor satu Italia tersebut.
Sial bagi Juve, dua menit setelah Del Piero mencetak gol penyama, gelandang Mohammed Sissoko diusir dari lapangan oleh wasit. Ia mendapat dua kartu kuning setelah menekel keras Giulio Migliaccio.
Di babak kedua, dengan keunggulan jumlah pemain, Palermo tampak lebih ngotot memburu kemenangan. Di menit 81, menerima umpan terobosan Fabio Simplicio, pemain pengganti Levan Mchedlidze dengan cekatan menaklukkan Buffon. Itulah gol pertama penyerang berusia 19 tahun itu di kelas Seri A, sekaligus gol yang mnenghempaskan "Si Nyonya Tua".
Sebelumnya Palermo hanya menang satu kali dari 22 kunjungannya di markas Juventus, dan kejadian itu pun sudah sangat lama, yakni di musim 1961/1962.
Susunan pemain:
Juventus: Manninger; Grygera, Mellberg (Salhamidzic 34), Knezevic, De Ceglie; Sissoko, Poulsen (Camoranesi 65), Marchisio; Giovinco (Nedved 80); Amauri, Del Piero
Palermo: Amelia; Balzaretti, Carrozzieri, Bovo, Cassani; Nocerino (Tedesco 79), Liverani, Bresciano (Mchedlildze 60); Simplicio; Miccoli (Migliaccio 29), Cavani
(a2s/krs)











































