Cassano tinggal selama lima tahun di Roma. Dibeli dari Bari dengan nilai transfer 28 juta euro tahun 2001, pemain berjuluk Peterpan itu dianggap sebagai pemain muda dengan bakat terbesar di Italia.
Namun perangai Cassano yang meledak-ledak dan gemar membuat kontroversi membuatnya perlahan tersingkir. Dua pelatih, Fabio Capello dan Luigi Del Neri pernah berkonflik dengan pemuda 26 tahun itu. Tak terhitung pula konfliknya dengan ofisial pertandingan atau manajemen klub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampdoria akan mengunjungi rumah lama Cassano, Stadion Olimpico, untuk menjumpai empunya rumah, Roma. Partai ini akan jadi satu dari 10 laga pekan kesembilang Seri A, Kamis (30/10/2008) dinihari WIB.
Inilah kali pertama Cassano bakal mengunjungi markas Roma. Musim lalu, Cassano gagal menyambangi Olimpico karena di pertandingan sebelumnya terkena kartu kuning yang membuatnya harus menjalani larangan bertanding.
Cassano menganggap pertemuan Sampdoria melawan Roma adalah hal terpenting dalam hidupnya. Maka ketika ia dinyatakan tak bisa turun ketika itu, Cassano sampai menangis di atas lapangan.
Tengah pekan ini, tak ada yang menghalangi Cassano untuk bertanding melawan Roma (kecuali bila di saat-saat akhir ia cedera). Bila masih menganggap partai melawan Roma sebagai hal terpenting, Cassano tentu akan sangat bersemangat menyambutnya.
Sejauh ini, penampilan Cassano sebagai ujung tombak Sampdoria cukup mantap meski klubnya relatif kurang berprestasi. Duetnya dengan Gennaro Delvecchio sudah mencetak empat gol yang terbagi rata masing-masing dua gol untuk keduanya.
Cassano diuntungkan dengan performa jeblok Roma yang kalah di tiga laga Seri A terakhir. Kesempatan terbuka untuknya untuk menyempurnakan reuni pertamanya bersama Roma ini dengan mencetak gol bagi klub barunya.
Bisa, Cassano?
(arp/a2s)











































