Datang sebagai tim yang lebih diunggulkan, mengingat perbedaan posisi kedua tim di klasemen Seri A, Lazio malah tunduk. Gol tunggal Julio Baptista-lah yang menentukan kemenangan Roma di Olimpico, Senin (17/11/2008) dinihari WIB.
"Derby adalah pertandingan yang spesial dan saya merasakan tingginya tensi mencengkeram tim ini. Ini memalukan, karena kami tampil baik dan satu insiden menentukannya," ucap Rossi seperti dikabarkan Football Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Empat atau lima pemain kami baru kali ini bermain di derby, dan itu bisa membuat Anda sedikit 'membeku'. Saya tak punya penjelasan logis untuk ketegangan kami, karena kami bermain dalam situasi yang menguntungkan," tukas Rossi kemudian.
"Para pemain asing tahu bahwa derby di Roma berbeda dengan di kota-kota lain. Anda akan merasakannya di jalanan sepanjang tahun," ujarnya.
Kegagalan memetik kemenangan ini juga menghambat Lazio untuk merangsek lagi ke tiga besar klasemen. Posisi Biancoceleste memang tak berubah di tangga kelima, tapi Udinese dan Catania giat mengintai dan potensial menggeser.
"Kami harus mengevaluasi apa yang sudah kami lakukan sejauh ini. Ini adalah sebuah pertandingan yang penting bagi lingkungan Lazio. Namun Anda tidak bisa mengabaikan apa yang sudah kami raih selama ini," pesan Rossi.
Foto: Mauro Zarate, salah satu pemain debutan dalam Derby della Capitale (AFP/Andreas Solaro)
(arp/a2s)











































