Dalam pertandingan di San Siro tersebut, keunggulan Milan melalui Andrei Shevchenko di menit ke-78 terpatahkan oleh gol penalti Mauro Zarate (87) dan Goran Pandev di awal babak perpanjangan waktu.
Hasil tersebut membuat Milan seperti "sakit lagi", setelah performanya dalam satu bulan terakhir. Di laga Seri A terakhirnya mereka digulung Palermo 1-3. Pertengahan pekan lalu mereka juga tampil tak meyakinkan di Piala UEFA. Mereka nyaris kalah di kandang Portsmouth sebelum mencetak dua gol balasan di menit-menit terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukanlah saat yang sulit bagi kami. Milan memang kalah, tapi ini tidak terlalu menyakitkan. Kami sudah bisa kembali ke jalur saat melawan Catania hari Minggu nanti," yakin Ancelotti seperti dilansir Channel4.
Diusirnya Emerson oleh wasit disebut mantan pembesut Juventus ini juga menyumbang kredit bagi kekalahan Milan. Namun ia tetap menerima kekalahan ini karena timnya memang sudah bermain dengan baik.
"Kami bermain dengan sepuluh orang di saat-saat krusial, dan harus membayarnya di akhir laga," papar dia.
"Kami mengeluarkan banyak energi, tapi kami menerima kekalahan ini. Secara umum performa tim saya cukup baik dan lawan kami berkualitas," ujar pelatih berusia 49 tahun ini.
Satu hal positif yang diperoleh Ancelotti adalah keberhasilan Shevchenko kembali mencetak gol, dua bulan setelah ia mengukir gol pertamanya bersama Rossoneri di musim ini.
"Hal yang penting malam tadi adalah bahwa Shevchenko berhasil mencetak gol lagi," tukas Ancelotti.
(a2s/krs)











































