Di susunan manajerial Milan, Leonardo kini menjabat sebagai direktur teknik, posisi yang mulai dia jabat musim ini setelah beberapa tahun sebelumnya menjadi scout. Setelah cukup lama bermain di belakang layar Rossoneri, mantan pesepakbola berusia 39 tahun itu berniat mencari tantangan baru dengan menjadi pelatih.
"Hubungan saya dengan Milan membuat saya memikirkan banyak hal positif, dan suatu hari nanti akan sangat menyenangkan jika saya bisa menjadi pelatih. Saya juga ingin melatih timnas Brasil, tapi Milan adalah prioritas utama saya," ungkap Leonardo seperti diberitakan Goal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak seperti di awal musim, di mana Milan menelan dua kekalahan beruntun dan berbuntut dipanggilnya Carletto, kondisi Paolo Maldini cs yang tak mampu bersaing dengan Juve dan Inter kini sepertinya belum membuat resah para petinggi klub. Β
Leonardo pun memberikan sedikit analisanya terkait perebutan Scudetto musim ini. Pria bernama lengkap Leonardo Nascimento de Araujo itu menyebut kalau Nerazzurri merupakan kandidat kuat juara, peluang Milan menjegal seteru sekotanya itu masih terbuka dengan catatan dilakukan perbaikan di beberapa lini.
"Inter sangat kuat dan mereka adalah tim yang memiliki segala karakteristik untuk memenangi Scudetto. Jika kami ingin memenanginya, kami harus melakukan perbaikan di beberapa area. Dan jika kami bisa melakukannya, maka kami akan bisa lebih kompetitif," pungkas pria yang 'menemukan' Kaka dan membujuk Alexandre Pato berlabuh di San Siro itu.
Leonadro memperkuat Milan dalam kurun 1997-2001 setelah dibeli dari Paris St. Germain. Selama empat musim berseragam hitam-merah dia mampu mengukuhkan dirinya menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah dipunya Milan, total 62 gol dia bukukan selama membela Diavolo Rosso. (din/roz)











































