Bahasa Italia untuk Beckham

- Sepakbola
Minggu, 21 Des 2008 08:00 WIB
Jakarta - Waktunya di Italia mungkin tak banyak. Tapi sebagai figur yang dikenal sangat profesional, David Beckham pasti mengambil les intensif bahasa Italia terkait karir barunya di AC Milan.

Soal apakah hasilnya memuaskan atau tidak, mungkin itu urusan lain, sebagaimana konon bahasa Spanyol bintang Inggris itu tidak terlalu bagus walaupun masanya di Real Madrid sampai empat tahun.

Karena kini sudah resmi menjadi pemain Milan, adalah sangat wajar jika ia harus melakukan adaptasi sebagai "orang baru", dan mempelajari bahasa setempat adalah salah satu upaya yang normal untuk dilakukan.

Situs goal.com membuat sebuah tulisan humor sebagai "kursus kilat" Beckham mengenal beberapa frase yang "paling dibutuhkan" di masa-masa awalnya di Milan. Apa saja bahasa "standar" yang bisa dipelajari Beckham dengan cepat, berikut ini 10 di antaranya-- tentu saja dalam konteks lelucon:

1. Scusa, Pirlo, tiro io questa punzione.
Permisi, Pirlo. Aku yang ambil free kick ini

2. Mi dispiace bella, sono sposato. Ma Pato non e …
Maaf, Cantik, aku sudah menikah. Pato belum ...

3. Sono sicuro che fai un caffe espresso molto buono, ma riesci a farmi un te?
Saya yakin Anda jago bikin espresso, tapi bisakah Anda membuatkan aku sepoci teh?

4. Per favore, posso restare qui al Milan?
Tolonglah, bisakah aku bertahan di sini di Milan?

5. Signore Capello e' un grand'uomo, un uomo importante, un uomo intelligente. E anche bello.
Mr. Capello figur besar, pria penting, lelaki cerdas. Dan ganteng pula.

6. E' strano, ma Pippo Inzaghi e' molto meglio di Alan Gordon.
Aneh, tapi Pippo Inzaghi lebih baik daripada Alan Gordon.

7. Dove' il negozio di Armani?
Di mana toko Armani?

8. Aspetta. Veramente vi piaceva Ruud Gullit?
Tunggu dulu. Kalian semua betulan menyukai Ruud Gullit?

9. Non sono qui solo per vendere magliette. Non sono qui solo per vendere magliette. Non sono qui solo …
Aku di sini tidak untuk menjual jersey. Aku di sini tidak untuk menjual jersey. Aku di sini tidak ...
 
10. Dai, ragazzi – datemi il pallone!
Ayolah, Kawan, umpankan bola itu padaku!

(a2s/arp)