Sebuah harapan yang cukup sepadan dengan kualitas yang dimiliki David Beckham. Namun, mampukah Beckham menunjukkan kualitasnya, sementara ia adalah pemain pinjaman? Pasalnya, The Spice Boy punya waktu pendek --hingga Maret 2009 -- untuk membuktikan diri di Milan.
Untuk soal ini, Beckham bisa menilik kisah sukses para pinjaman yang bisa memberikan kontribusi positif kepada klub barunya, walau hanya memiliki waktu yang singkat.
Β
Tidak usah jauh-jauh, Becks bisa menengok ke mantan klubnya, Manchester United. Kasusnya terjadi kala MU meminjam Henrik Larsson di musim 2006/07. Larsson hanya sepuluh pekan bergabung bersama MU. Hasilnya, 13 penampilan, 3 gol, dan selama itu pula MU tidak pernah kalah. Itu semua cukup untuk membawa MU meraih titel Liga Inggris musim itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain pinjaman yang paling 'panas' saat ini adalah Amr Zaki. Striker Wigan asal Mesir ini berstatus pinjaman dari klub peserta Liga Mesir, Zamalek. Hingga saat ini, Zaki telah mencatat delapan gol dari 12 penampilannya.
Wigan memang belum mencapai Big Four. Tapi kontribusi Zaki bukanlah tanpa arti. Saat ini, Wigan masih berada di jajaran sepuluh besar Liga Primer. Selain memberi kontribusi positif bagi klub, secara pribadi Zaki juga sukses. Sebab pemain Mesir ini kini mulai diincar klub-klub besar.
Pinjaman tersukses bisa jadi adalah Carlos Tevez (Manchester United). Dipinjam dari agensi MSI milik pengusaha Kia Joobrachian, kehadiran Tevez memberikan dua trofi bagi The Red Devils di musim 2007/08. Atas kontribusinya, MU tak ragu untuk mengikat Tevez secara permanen.
Kisah sukses yang mana yang akan diikuti oleh Bekcham? Atau Becks ingin menempuh caranya sendiri untuk meraih sukses bersama Il Diavolo Rosso? Β
(arp/a2s)











































