Kiprah Gilardino musim ini kembali memukau. Setelah sempat mengalami masa suram di musim 2007-08 bersama AC Milan dengan hanya mencetak tujuh gol dari 30 laga, ia menemukan ketajamannya lagi. bersama Marco Di Vaio, torehan 12 golnya membuat Gila memimpin daftar top skor Liga Italia sampai pekan ke-17.
Jumlah tersebut belum ditambah lima gol lain yang telah ia lesakkan di kompetisi Eropa. Dengan modal itu, Gila pun yakin bisa menggondol gelar pencetak gol tersubur di benua biru musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan utama saya adalah menolong tim, namun saya mengakui bahwa saya tertarik pada Sepatu Emas. Dengan apa yang saya capai untuk Fiorentina di enam bulan pertama, saya sangat antusias (pada Sepatu Emas)," sambung striker berusia 26
tahun ini.
Jika berhasil mengejar mimpinya itu, Gilardino akan menjadi Italiano ketiga yang berhasil meraihnya. Di musim 2005-06, Luca Toni menjadi pesepakbola Italia pertama yang meraih Golden Boot dengan 31 gol. Setahun kemudian, giliran Fransesco Totti meraih trofi yang sama setelah melesakkan 26 gol ke gawang lawan.
"Saya tahu ini tidaklah mudah, terutama setelah enam bulan di mana saya jarang bermain di Milan. Namun, saya tidak ingin berbicara mengenai kebangkitan kembali," tukas mantan punggawa Parma ini.
"Saya tetaplah seorang yang profesional dan bersikap baik ketika saya berada di kursi cadangan. Di tahun ini, saya memiliki kesempatan untuk lebih mendewasakan diri dengan pengalaman yang saya miliki," pungkasnya.
(roz/roz)











































