Nama Catania mencuri perhatian musim ini lewat cara klub tersebut menghadapi situasi bola mati. Allenatore Walter Zenga mengaku mereka memang serius mempersiapkannya dan bahkan menugaskan sang asisten Gianni Vio untuk terus memoles strategi tersebut.
"Memaksimalkan set play seperti memiliki penyerang tambahan. Melihat 40 sampai 50 persen peluang bikin gol lahir dari situasi bola mati, klub sadar betapa pentingnya membangun strategi-strategi berbeda," ucap Vio kepada Gazzetta dello Sport yang dikutip Channel 4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini kami sudah mengaplikasikan lebih dari satu strategi dalam satu pertandingan. Saya suka menyebutnya 'kebingungan terorganisir'. Sejujurnya, untuk sepak pojok saja, ada 4380 skenario berbeda," ungkap Vio.
Yang paling terkenal dari strategi Vio yang pernah menulis buku mengenai skenario bola mati --buku itu pula yang bikin Zenga menghubunginya pada tahun 2005-- tersebut mungkin adalah sebuah tendangan bebas saat melawan Torino.
Saat itu, Giuseppe Mascara sukses menyepak bola untuk menggetarkan gawang 'Il Toro' dengan "bantuan" sang rekan Gianvito Plasmati yang memelorotkan celananya guna menghalangi pandangan kiper Matteo Sereni. Tak lazim, tapi tetap jadi gol.
Tindakan Plasmati itu sendiri menuai pro-kontra. Yang kontra menyebutnya curang dan ibunda Plasmati bahkan menyebut sang putra sebagai "bocah nakal."
Akan tetapi, Plasmati juga mendapat dukungan, bahkan penghargaan dari Nicola Buccico selaku Walikota Matera yang merupakan kota kelahiran sang pemain. Plasmati dinilai sudah bikin Matera jadi lebih tenar dan merupakan contoh sosok profesional.
Kembali ke strategi bola mati Catania, jika menilik ucapan Vio maka aksi celana melorot itu tampaknya baru satu dari ribuan cara mereka bikin gol. Bukan tak mungkin Catania masih punya cara-cara lain yang tidak kalah nyeleneh. Penasaran?
(krs/din)










































