Adalah harian Il Giornale edisi Jumat (30/1/2009) yang memunculkan isu sangat sensitif tersebut dengan mengutip informasi dari pihak kementerian penerangan setempat.
"Menteri Publik: Inter Melepas Partai-partai Tandang untuk Membantu Memfasilitasi Bursa Taruhan." Demikian judul yang dipakai koran yang bermarkas di kota Milan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data menunjukkan, dari giornata ke-25 Inter menuai hasil enam kali menang, lima seri, dan empat kali kalah. Khusus saat menjadi tamu lawan-lawannya, mereka hanya menang dua kali tapi kalah tiga kali dan seri juga tiga kali.
Inter kemudian baru memastikan gelar juaranya di pekan terakhir. Mereka unggul tiga poin dari AS Roma. Di pertandingan pamungkas Nerazzurri menekuk Parma 2-0 di Ennio Tardini, sedangkan Giallorossi ditahan 1-1 oleh tuan rumah Catania.
Disebutkan Il Giornale bahwa pihak kementerian publik Italia meminta polisi membuat penyelidikan seputar adanya sejumlah percakapan via telepon antara pelatih Inter saat itu, Roberto Mancini, dengan sebuah anggota mafia bernama Domenico Brescia.
Brescia dikenal sebaga fans Inter dan dia pernah terlibat sejumlah kasus narkotika.
Laporan itu juga memaparkan sejumlah perbedaaan insiden di beberapa pertandingan Inter, dan dugaan bahwa Zlatan Ibrahimovic sengaja ditunda comeback-nya dari cedera.
Hal lain, ada sangkaan bahwa di pertandingan krusial melawan Siena di pekan ke-37 di Giuseppe Meazza, Julio Cruz disuruh tidak mengambil tendangan penalti sehingga Marco Materazzi melakukannya dan gagal!. Laga itu berkesudahan 2-2, dan jarak Inter dengan Roma di hari itu tinggal satu poin.
Ibrahimovic baru kembali di pekan terakhir untuk membantu timnya mengalahkan Parma dan meraih Scudetto.
Pihak Inter masih ditunggu reaksinya atas tuduhan yang tidak main-main ini.
(a2s/key)











































