Selayaknya sebuah laga antara tim sekota, partai Inter melawan Milan yang akan berlangsung Senin (16/2/2009) dinihari WIB ini diperkirakan akan berjalan seru.
Rosonerri tentu mengincar kemenangan untuk mempersempit jarak ke puncak klasemen. Sebaliknya Inter, yang meski terbilang relatif aman di posisi pertama dengan keunggulan delapan poin dari Milan, jelas tak ingin kalah mengingat gengsi yang dipertaruhkan terlalu tinggi nilainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan pun dilayangkan mantan pembesut Inter pada musim 1997-98, Luigi Simoni. Menurut dia, Zlatan Ibrahimovic cs harus berhati-hati karena performa Milan sekarang sedang oke. Sebuah saran pun ia sumbangkan kepada La Beneamata agar bisa menang.
"Milan fokus pada penguasaan bola dan kualitas dari permainan mereka. Jadi, ketika mereka mulai berganti gigi, mereka akan sangat berbahaya. Namun, ketika mereka memberikan lawan waktu untuk mengorganisir permainan, mereka berada dalam bahaya," ujar Simoni seperti dilansir Channel4.
"Menurut saya, Inter lebih kuat. Tapi mereka tidak terlalu peduli untuk menahan bola lama-lama. Mereka fokus pada pertahanan dan tak tertahan jika menyerang balik. Apalagi, mereka memiliki Dejan Stankovic dan Esteban Cambiasso yang selalu memberi tekanan," sambung pelatih yang membawa Inter meraih Trofi Piala UEFA 1998 ini.
Saat masih menangani Inter, Simoni berhasil menggasak Milan 3-0 dan bermain imbang 2-2. Ia pun menyarankan Mourinho agar memakai sistem pertahanan gerendel, seperti yang ia lakukan dulu.
"Permainan Inter saat ini mirip seperti taktik saya dulu. Namun, saat itu mereka bilang kami memainkan gaya sepakbola catenaccio," ujar pria berusia 70 tahun ini.
"Mourinho tidak boleh bermain menyerang. Jika saya boleh mengatakan, dia memainkan pola yang sama. Menurut saya, itu masih tetap modern dan sebuah sistem juara, karena bisa mengejutkan lawan dan menguasai seluruh ruang," pungkas Simoni.
(roz/roz)










































