Kekalahan ini membuat Roma gagal merangsek ke peringkat empat Seri A. Andaikan Il Lupi menang, mereka bisa masuk zona Liga Champions itu, karena dua tim di atas mereka, Fiorantina dan Genoa, hanya meraih satu poin usai berbagi skor 3-3.
"Ini kekalahan yang harus kami terima, karena Atalanta bermain lebih baik daripada yang kami lakukan dan mereka berhak atas kemenangan itu," tutur Spaletti seperti dikutip dari Channel4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari statistik pertandingan yang dikutip dari Soccernet, dalam laga itu Roma kalah dalam penguasaan bola dan agresifitas. 'Tim Serigala Ibukota' ini memegang 46 persen penguasaan bola, dibanding 54 persen milik Atalanta.
Para penggedor Roma menghujani gawang Gli Orobicci dengan sepuluh tembakan. Sebaliknya, gawang I Giallorossi yang dikawal Cristiano Doni diberondong 15 tembakan dari para pemain Atalanta.
"Tentu saja saya tidak menyalahkan para pemain. Saya berpendapat, apa yang terjadi hari ini adalah hal normal. Di babak pertama, kami main di bawah form. Meski mencetak beberapa peluang kami gagal memanfaatkannya," tukas pelatih berkepala plontos ini.
"Kami pulang tanpa poin, seperti halnya kala kami kalah dari Catania. Namun di antara kekalahan dari Catania dan Atalanta hari ini, kami tidak kalah dalam tujuh laga. Jadi saya rasa itu normal," kata Spaletti sembari merujuk pada laga di mana Il Lupi dikalahkan Catania 2-3, akhir Desember 2008.
"Selama empat tahun menangani Roma, hal ini selalu terjadi. Kami mengalami kekalahan usai rentetan hasil positif," pungkasnya.
(roz/arp)











































