Di Luigi Ferraris, Minggu (15/2/2009), Genoa tampak akan memenangi pertandingan ketika mereka unggul 3-0. Dua gol terakhir Rossoblu bahkan tercipta ketika mereka kehilangan Giuseppe Biava yang dikartumerah wasit.
Tetapi Genoa barangkali lupa kalau Fiorentina punya kartu as bernama Adrian Mutu. Tiga gol Mutu, di mana yang terakhir dicetak di menit ketiga injury time, memaksa pertarungan keras itu berkesudahan imbang 3-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di babak pertama tim saya sangat tidak agresif. Tetapi apa yang paling membuat saya kesal adalah cara mereka kebobolan gol kedua," sungut Prandelli seusai laga seperti dilansir Goal.
Gol kedua yang dimaksud oleh Prandelli adalah ketika Rafaele Palladino menyontek bola dari jarak dekat. Gol itu sendiri diawali oleh aksi individu yang sangat bagus dari Giandomenico Mesto yang menyisir sayap kanan dengan melewati bek-bek Fiorentina sebelum mengumpan ke Palladino.
Dengan berbagai kesimpulan tersebut, Prandelli menolak menyanjung Mutu meski penyerang Rumania itu telah menghindarkan La Viola dari rasa malu.
"Setelah (tertinggal ) 3-0 kami membuktikan bahwa kami ingin membalikkan hasil, menekan Genoa ke daerah mereka sendiri. Lalu dengan skill dan keberuntungan, kami berhasil membawa pulang hasil yang penting," papar Prandelli.
"Mutu mencetak tiga gol, tetapi dia tidak memperlihatkan penampilan yang hebat," pungkasnya.
(arp/key)











































