Usai menang 3-0 atas Lazio pada awal Februari, Rossoneri menunjukkan penampilan yang bisa dibilang inkonsisten. Setelah laga tersebut, mereka di tahan imbang Reggina 1-1 dan kemudian ditundukkan Inter Milan 1-2.
Mereka kemudian kembali berhasil meraih kemenangan, yakni atas Cagliari dengan skor 1-0. Namun, Minggu (1/3/2009) malam WIB, mereka kembali menelan pil pahit. Tim arahan Carlo Ancelotti ini ditundukkan Sampdoria dengan skor 1-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daniele Bonera menyebut, apa yang terjadi di timnya saat ini adalah akibat dari absennya beberapa pemain. Yang paling kentara mungkin adalah Kaka dan Ronaldinho. Dinho memang kerap dicadangkan dengan kehadiran David Beckham, namun Kaka? Perannya di lini tengah sangatlah vital.
Tanpa keduanya, Milan pun kerap bermain dengan formasi lima gelandang dengan mengandalkan Alexandre Pato sendirian di depan, setidaknya hal inilah yang mereka lakukan dalam laga melawan Bremen dan Sampdoria. Pato memang mencetak gol di kedua pertandingan itu, tapi tak ada hasil posisitf untuk Milan.
"Sangat tak mudah untuk pelatih kami menentukan formasi mengingat banyaknya pemain yang absen. Kami bermain dengan 4-4-1-1 yang membuat tim bermain dengan lebih teratur, yang salah hanyalah sikap tim saja," ujar Bonera di Goal.
"Kami masih memiliki 12 pertandingan tersisa, kami masih unggul dibandingkan pesaing-pesaing lain menuju Liga Champions, oleh karena itu pertandingan-pertandingan selanjutnya sangat penting dan akan sangat sulit."
"Pada saat bersamaan kami harus melupakan kekalahan ini dan melihat ke depan," tutupnya.
Rentetan hasil buruk ini juga semakin membuat kursi Ancelotti kian panas. Namun, yang bersangkutan justru malah tenang-tenang saja. Manajer yang akrab disapa Carletto itu bahkan yakin bahwa badai akan berlalu dari tubuh Milan.Β Β
(roz/krs)











































