Persoalannya berpangkal dari rasa tidak puas Panucci terhadap keputusan Spalletti. Awal dan medio Januari lalu, pelatih Roma itu beberapa kali meninggalkan Panucci di bangku cadangan dan tak diberi kesempatan merumput semenit pun.
Panucci lantas menyebut Spalletti tak menghormatinya. Wrong move! Spalletti adalah bosnya dan Panucci pun tersingkir. Namanya juga dicoret dari skuad Roma yang mengarungi Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badai cedera yang menghantam sejumlah pemain belakang Roma seperti Juan, Max Tonetto, Simone Loria dan Marco Cassetti membawa berkah bagi Panucci. Padahal, Roma dihadang lawan berat, yakni Inter Milan
Spalletti tak punya pilihan lain. Panucci pun diberinya pengampunan dan diturunkan sepanjang 90 menit dalam grande partita yang digelar di Giuseppe Meazza, Senin (2/3/2009) dinihari WIB itu. Partai itu sendiri berkesudahan 3-3.
Panucci tampil cukup baik meski Roma kebobolan tiga gol. Situs Goal memberinya nilai 6,5. Cukup baik mengingat pemain Roma maksimal memperoleh nilai 7. Di pihak lain, duo bek sentral Inter diberi nilai 5,5.
Mengenai kembalinya, Panucci mengaku sangat gembira. Sebagai manusia, bek yang kenyang pengalaman di Italia, Spanyol dan Inggris itu mengaku siapapun bisa membuat kesalahan.
"Saya sangat senang dengan kembalinya saya. Tetapi kami kecewa karena tidak bisa pulang dengan kemenangan," ujar Panucci kepada RAI seperti dikutip Goal.
"Sepanjang delapan tahun saya di klub ini, saya pikir saya telah membuktikan rasa hormat saya kepada mereka. Saya tak malu harus meminta maaf, karena itu adalah bentuk dari rasa rendah hati saya," tandas Panucci.
(arp/a2s)











































