Akhir pekan lalu Inter berhasil memaksakan skor 3-3 lawan Roma, kendati sempat dua kali ketinggalan dari 'Giallorossi'. Yang jadi sorotan dalam laga itu adalah sebuah insiden yang mengawali lahirnya gol kedua Inter.
Saat itu Mario Balotelli terjatuh di kotak terlarang sehingga wasit menunjuk titik putih, yang lantas diselesaikan dengan baik. Jatuhnya Balotelli dituding sebagai sebuah diving.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sebuah upaya bersama yang terorganisir untuk memanipulasi opini publik. Itu pekerjaan luar baisa, tapi tak berhubungan dengan duniaku, aku bekerja dalam dunia sepakbola. Aku tak suka prostitusi intelektual, aku suka kejujuran," papar dia.
Sorotan negatif buat 'Nerazzuri' tersebut juga Mourinho nilai tidak adil. Dia lantas menyoroti tim-tim rival Inter yang dia sebut juga punya kekurangan.
"Selama beberapa hari tak ada yang menyebut Roma punya pemain-pemain hebat tapi akan mengakhiri musim tanpa gelar. Tak ada yang menyebut Milan tertinggal 11 poin dari kami dan akan menuntaskan musim tanpa titel."
"Tak ada yang bicara soal Juventus, yang sudah memenangi banyak poin berkat kesalahan perwasitan. Kami cuma memenangi satu partai berkat kesalahan (wasit) dan itu adalah partai lawan Siena," urai Mourinho berang.
Tak cukup sampai situ, allenatore asal Portugal tersebut kemudian menyoroti secara khusus sosok pelatih Roma Luciano Spalletti dan Claudio Ranieri yang menukangi Juve.
"Claudio Ranieri bilang dia satu kubu dengan Luciano Spalletti? Well, aku akan satu kubu dengan para pelatih yang sudah dirugikan lawan Juventus --Cesare Prandelli, Pasquale Marino, Gigi Del Neri..."
"Setiap aku nyalakan TV yang kulihat Spalletti, teman semua orang, tapi aku tak suka (tayangan) televisi di jam prime time. Aku tak tahu apa orang-orang ini dibayar untuk diwawancara. Aku tahu merek menawariku uang untuk wawancara dan aku menolak karena aku menolak memanipulasi kenyataan," sergah Mourinho.
Bagaimana, Roma, Juve, Milan?
(krs/din)











































