Adalah Matteo Ferrari yang menilai demikian, terkait kejadian yang belakangan ini kerap dialami Balotelli. Di beberapa pertandingan terakhirnya, striker muda Inter Milan itu menjadi korban teriakan-teriakan tak mengenakkan dari penonton, maupun siulan-siulan bernada negatif.
Beberapa klub seperti Fiorentina dan AS Roma kabarnya dijatuhi sanksi denda atas perilaku sebagian tifosinya yang dianggap menghina Balotelli secara ras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa orang-orang menyiuli dia karena alasan lain ketimbang warna kulitnya," tutur Ferrari kepada Il Giornale yang dilansir Football Italia, Rabu (18/3/2009).
"Dia harus mengubah sikapnya, dan saya mengatakan ini sebagai seorang saudara tua buat dia."
"Ada sebuah etika dalam sepakbola, benar atau salah, bahwa Anda tak bisa bertingkah seperti yang dia tunjukkan di usianya sekarang."
"Dia hanya akan mendatangkan musuh kalau terus seperti ini, dan tidak seharusnya dia mencari masalah," tambah mantan pemain Inter, Parma, dan Roma tersebut.
Balotelli memicu kontroversi saat berselisih dengan Christian Panucci ketika Inter bermain 3-3 melawan Roma. Dia juga membuat gerakan tak simpatik pada fans Giallorossi di pertandingan itu.
Beberapa hari kemudian ia terlibat clash beberapa kali dengan pemain Manchester United, Cristiano Ronaldo, di partai Liga Champions. Selebrasi dia sehabis mencetak gol ke gawang Genoa di awal bulan, untuk seorang remaja berusia 18 tahun, juga dianggap berlebihan oleh sebagian orang.
(a2s/arp)











































