Lagi, Mourinho Diminta Kurangi Bicara

Lagi, Mourinho Diminta Kurangi Bicara

- Sepakbola
Jumat, 20 Mar 2009 09:30 WIB
Lagi, Mourinho Diminta Kurangi Bicara
Milan - Semakin banyak figur sepakbola Italia yang meminta Jose Mourinho tidak sebebas-bebasnya berbicara, apalagi jika menyangkut pihak lain. Yang terakhir meminta demikian adalah Carlo Mazzone.

Pelatih kawakan yang pernah bekerja untuk 12 klub berbeda di Italia itu berkomentar demikian saat diwawancarai situs Tuttomercato pada hari Kamis (19/3/2009) kemarin, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-72.

"Mourinho tak mengerti sedikit pun tentang sepakbola Italia," cetus Mazzone. "Dia pelatih hebat, tapi dia juga harus belerja bahwa dia tak bisa terus-menerusΒ  menyetir kontroversi yang tak perlu, terutama kalau menimbulkan masalah buat kolega-koleganya."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mourinho memang berkali-kali menimbulkan konflik dari pernyataan-pernyataannya. Terakhir pelatih Inter Milan itu salah menyebut nama pelatih Lecce, Mario Beretta, dengan 'Barnetta', entah disengaja atau tidak. Arsitek Juventus Claudio Ranieri juga dia katakan bermental pecundang.

"Apa sih gunanya bertingkat seperti itu? Apa sih yang sudah dia hasilkan? Tidak ada," tambah Mazzone. "Mourinho harus bicara lebih sedikit, sehingga kami bisa berkonsentrasi pada segala keterampilan dia sebagai seorang pelatih"

Orang sebelum Mazzone yangΒ  menyindir Mourinho adalah eks pelatih Inter, Luigi Simoni. Ia menganggap pria Portugal itu kurang berpenghormatan, dan ia merasa senang kalau Mourinho kelak meninggalkan Italia.

Pelatih senior lain, Giovanni Trapattoni, juga memberi sedikit nasehat pada Mourinho, setelah ia diberi kartu ucapan selamat ulang tahun ke-70 oleh mantan pembesut FC Porto dan Chelsea itu pada 17 Maret lalu.

Dikatakan Mr. Trap, Mourinho sesungguhnya sosok yang cerdas dan populer. Hanya saja ia berharap Mourinho menghindari kebiasaan berkonflik dengan media di Italia, karena karakternya tak sama dengan pers Inggris.

"Saya bilang pada dia, di Italia ada banyak orang berkompeten, dan dia harus menunggangi macan dengan penilaian yang baik. Kalau tidak, itu bisa berbahaya," demikian Trapattoni. (a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads