Sejak menjadi pelatih Inter, Mourinho memang mulai mengedepankan para pemain negeri sendiri. Mario Balotelli dan Davide Santon adalah contoh punggawa-punggawa muda yang berkebangsaan Italia.
"Kami harus peduli pada masa depan, bukan hanya saat ini," ujar Mourinho saat berada di Boston seperti dikutip Goal. "Kita harus menoleh kepada para pemain muda. Meski itu berarti kami kalah pengalaman, tapi kami menang di hal lain."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa seperti Santon. Dalam beberapa bulan ke depan, dia akan menjadi seorang pemain spesial untuk para fans. Mereka melihatnya sebagai bocah Italia dan datang ke klub di usia sembilan tahun," kata pelatih asal Portugal itu.
"Sekarang Santon berusia 18 tahun dan dia seorang pemain tim utama. Situasi seperti ini bisa menciptakan perasaan yang lebih baik antara tim dan publik," imbuh Mourinho kembali.
"Inter adalah klub yang sangat tradisional. Bertahun-tahun kami hidup di realitas tidak punya banyak pemain Italia dan tidak banyak pemain muda mendapat pengalaman," ujar eks arsitek FC Porto dan Chelsea itu.
"Itu bukanlah mentalitas yang saya ingini di klub. Tiga, empat atau lima bulan ini sangat penting untuk membentuk filosofi bersama. Bukan filosofi saya, bukan filosofi (Massimo) Moratti, namun filosofi kita," tandas Mourinho.
(arp/roz)











































