Hari Senin lalu Italia bagian tengah diguncang gempa berkekuatan 6,3 skala richter, yang menewaskan sedikitnya 287 orang, serta membuat sekitar 30 ribu penduduk kehilangan tempat tinggal.
Walaupun masih dalam keadaan berkabung -- sebagian besar pemakaman korban dimulai hari Jumat (10/4/2009) ini -- tapi tidak ada perubahan berarti dalam kalendar kompetisi Liga Italia khususnya Seri A.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai tanda ikut berduka cita, sebelum pertandingan dimulai seisi stadion akan mengheningkan cipta selama satu menit. Juga, semua pemain akan mengenakan ban lengan warna hitam.
Dua hal itu rupanya tidak dirasa cukup. Kapten AS Roma Francesco Totti, misalnya, menghimbau agar pertandingan tidak digelar dalam waktu dekat ini. Ia mengamini rekannya Daniele de RossiΒ yang meminta derby della capitale melawan Lazio diundur.
"Saya pikir, saat ini sepakbola bisa dikesampingkan," ucap Totti. "Kita harus terus berada di dekat orang-orang yang kini tak punya apa-apa. Saya rasa, ini adalah momen untuk memikirkan hal-hal lain di luar sepakbola."
Pemikiran serupa dilontarkan gelandang Juventus, Sebastian Giovinco. "Tidak seharusnya kita main. Jujur saja, ini kali pertama saya mengalami sesuatu seperti ini," tukasnya, seperti dikutip dari Channel4.
"Keputusan tetap main datang dari orang-orang atas, dan saya tak bisa bilang apakah ini benar atau tidak. Kalaupun saya mencetak gol, saya takkan melakukan selebrasi. Saya akan mendedikasikannya untuk semua korban dan kerabat-kerabatnya."
Pendapat lebih keras dicetuskan pelatih kawakan Carlo Mazzone. Ia mengendus ada motif-motif ekonomis yang menjadikan otoritas Seri A seperti tidak sensitif dengan keadaan.
"Mereka harus menjelaskan, kenapa Seri A tetap dimainkan. Gampang sih untuk memahami bahwa ada alasan-alasan finansial di balik ini semua," ujar Mazzone kepada Radio Incontro.
"Saat ini saya bahkan tidak peduli dengan derby Lazio-Roma. Saya pikir, warga Roma jangan datang ke stadion. Jangan datang! Biar saja mereka main sendiri. Ini sungguh absurd," sambung "sesepuh" Liga Italia berusia 72 tahun itu.
Seperti disebutkan di atas, hari Jumat ini sebagian besar pemakaman korban tewas gempa di Italia mulai dilakukan. Situs CNN menyebutkan, korban tertua adalah Evandro Testa, yang berusia 96 tahun. Ia lahir di tahun 1913, atau sebelum Benito Musollini menjadi seorang diktator. Dari yang termuda, salah satunya adalah bayi laki-laki bernama Antonio Loavan Ghiroceanu, yang hari Sabtu besok semestinya genap berumur enam bulan.
(a2s/a2s)











































