Turin akan jadi tempat perhelatan duel tim yang mengisi dua posisi teratas Seri A itu. Dengan tujuh laga sisa, Juve menguntit Inter yang memuncaki klasemen dengan sepuluh poin.
Juve sendiri sempat melaju dengan baik dan jadi ancaman serius buat si juara bertahan Inter. Namun, Gianluigi Buffon cs diganggu konsistensi sehingga tak kuasa meneruskan ancaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buffon menyadari kalau ketidakmaksimalan Juve belakangan banyak disebabkan problem di lini belakang. Tetapi si kiper enggan disalahkan sendirian.
"Saya mengakui kami menjadi goyah di belakang, hal-hal berubah. Tapi saat Anda kebobolan banyak gol, kesalahan harus dibagi-bagi," kilah dia.
Menghadapi partai penting lawan Inter, kendati pun menang Juve niscaya tetap sulit menyalip. Buffon sendiri realistis dengan mematok posisi runner-up.
"Kami tetap ingin menang Sabtu nanti untuk memberikan kebahagiaan buat fans. Untuk menempati posisi dua dengan rentang empat atau lima poin dari tim teratas lebih baik ketimbang tertinggal 10 atau 12 poin," tandas dia.
(krs/a2s)











































