Meski belakangan performanya banyak dikritik, Buffon saat ini masih disebut-sebut sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Sudah banyak tropi dia persembahkan buat Parma dan Juventus mulai dari komeptisi lokal hingga level Eropa, itu belum termasuk suksesnya mengantar Italia menjadi juara dunia.
Dibanding Buffon, nama Cesar mungkin kalah besar, karena dia memang terhitung terlambat berkilau. Awal kedatangannya di Seri A tak banyak penggila bola yang tahu siapa itu Cesar, maklum ketika baru ditransfer dari klub Brasil Flamengo musim 2004, pria 29 tahun itu langsung dipinjamkan Inter ke Chievo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gambaran singkat prestasi mentereng dua kiper di atas membuat Zlatan Ibrahimovic menilai Buffon dan Cesar akan menjadi pemain kunci dalam duel itu. Keberhasilan Inter atau Juventus meraih tiga poin akan lebih ditentukan dari performa keduanya saat turun berlaga.
"Menuju laga itu, kami tahu bahwa kedua tim mempunyai dua kiper hebat," ungkap Ibra pada Inter Channel.
"Ketika saya tiba di Juventus, (Gianluigi) Buffon sedang bermain di level terbaiknya, dan dia menjadi kiper nomor satu di dunia. Membobolnya di sesi latihan sangatlah sulit," akunya.
"Lalu ketika saya pindah ke Inter, saya bertemu Julio Cesar dan dapat saya katakan dalam kurun tiga tahun terakhir ini, dia telah banyak berkembang untuk menjadi hebat seperti Buffon. Dia sekarang telah mencapai level terbaiknya dan sulit untuk membobolnya," analisa Ibra mengenai rekan setimnya itu.
"Seperti keberadaan sebelas pemain di lapangan, kehadiran mereka berdua akan menjadi vital dalam Derby d'Italia akhir pekan ini," pungkas dia.
(/din)











































