Seperti diberitakan sebelumnya, Juve dihukum melakoni satu partai kandang tanpa penonton, gara-gara fansnya dianggap melakukan rasisme terhadap Balotelli, saat kedua tim bertanding di Turin akhir pekan lalu.
Melalui kelompok ultras yang berpengaruh, Drughi, dinyatakan bahwa dakwaan mereka bertindak rasis tidaklah benar. Itu sebabnya mereka menolak minta maaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Patrick) Vieira dan (Sulley) Muntari berwarna kulit sama, tapi mereka bahkan tidak dicemooh," sambung mereka.
Balotelli memang menjadi kunci keberhasilan Inter menahan imbang Bianconeri di kandangnya sendiri. Keluar telat dari lorong menjelang babak kedua, dia mencetak gol balasan untuk Inter, juga memicu keluarnya kartu merah untuk gelandang Juve, Tiago.
"Balotelli terlibat dalam sejumlah aksi tidak hormat pada penonton, termasuk datang terlambat dua menit ke lapangan, setelah semua orang sudah siap."
"Kami ingatkan, di antara pemain-pemain kami ada ikon ebony, (Mohammed) Sissoko. Seorang juara yang kami merasa bangga dia memakai kostum kami. Jadi, kami tak mungkin minta maaf," demikian ultras Juventus itu, seperti dikutip dari Channel4.
Juve kabarnya berencana mengajukan banding atas hukuman yang telah dijatuhkannya itu. (a2s/arp)











































