Tak tanggung-tanggung, wanita berusia 37 tahun itu menumpahkan kemarahannya itu dengan mempublikasikannya lewat situs resmi klub, setelah Il Lupi digebuk 1-4 oleh La Viola di Artemio Franchi, Minggu (26/4/2009) dinihari WIB.
"Kita tahu betul, di paruh pertama musim kami bermain dengan setengah anggota skuad cedera, dan yang lain berkorban dengan bermain di posisi macam-macam, atau dalam kondisi genting. Tapi kini saatnya berbalik."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan yang paling mencerminkan kegusaran Sensi adalah ia memerintahkan timnya segera ke kamp latihan di Trigoria, di mana para pemain harus makan, bekerja, dan tidur di markas. Dan keputusan itu bisa saja berlaku untuk waktu yang cukup lama.
"Usaha dan profesionalitas itu sudah harus ada mulai hari Minggu. Tim akan ditempatkan di sebuah ritiro dan mungkin sampai akhir musim. Kami butuh respons penting untuk masa kini dan mendatang."
Salah satu statistik yang amat merisaukan sang presiden adalah 12 kartu merah yang sudah dikoleksi Roma. Ia tak mengerti kenapa para pemainnya bisa mengumpulkan sebanyak itu konsekuensi terburuk dari pelanggaran-pelenggaran yang dibuat di tengah lapangan.
Yang terakhir "menyumbangkan" kartu merah adalah gelandang David Pizarro, yang di-espulso di menit 59 dalam laga melawan Fiorentina.
"(Pelatih Luciano) Spalletti itu seorang pendidik dan saya menaruh respek pada dia. Saya punΒ mengajak dia untuk menunjukkan lagi kejadian-kejadian waktu mereka dikartu merah."
"Kalau betul bahwa kehilangan setengah skuad karena cedera membuat tim ini susah menang,Β begitu juga kalau tim terus bermain dengan 10 pemain di sepertiga musim terakhir. Kalau kami menghitung jumlah gol kemasukan akhir-akhir ini, sudah jelas ada yang tidak beres dalam konsentrasi pemain."β
Di akhir ceramah panjangnya itu Sensi kembali meminta komitmen tinggi dan respon profesional dari para pemain Roma untuk segera mengakhiri performa buruk yang membahayakan ini.
(a2s/krs)











































