Cassano dan Zarate adalah dua motor utama Sampdoria dan Lazio di berbagai ajang yang mereka ikuti. Sumbangsih mereka, terutama dalam bentuk gol, begitu penting.
Di Sampdoria, Cassano adalah tombak utama dengan koleksi golnya yang sudah menyentuh angka 11 di Seri A; meski di Coppa ia baru menceploskan satu gol, kalah dibanding Giampaolo Pazzini yang sudah melesakkan dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di kubu Lazio, nama Zarate jelas jadi andalan. Meski kadang kurang konsisten, menjadi top skorer Gli Aquilotti di Seri A dengan 12 golnya jelas memperlihatkan ketajaman penyerang yang dipinjam dari Al-Sadd itu.
Di Coppa, Zarate dua kali menjebol gawang lawan. Satu ia cetak ke gawang Juventus di laga kedua semifinal di kandang lawan dan satu lainnya ia lesakkan ke jala AC Milan di perdelapanfinal.
Saat Sampdoria dan Lazio bentrok di laga puncak di Stadion Olimpico Roma, Kamis (14/5/2009) dinihari WIB, sorotan akan diarahkan kepada mereka berdua. Beban Zarate sedikit lebihΒ berat mengingat ia tidak akan didampingi Goran Pandev yang sudah menceploskan dua gol di Coppa.
Di antara mereka yang menunggu pertarungan Cassano versus Zarate adalah Roberto Mancini. Semasa jadi pemain, Mancio pernah memperkuat Sampdoria pada 1992-1997 sebelum membela Lazio hingga tahun 2000.
"Zarate masih muda, tetapi ia punya prospek dan saya pikir Lazio bertindak tepat dengan berinvestasi kepadanya karena ia akan tumbuh menjadi lebih kuat lagi," kata Mancio beberapa waktu lalu.
"Sedangkan Cassano, dia layak berada di timnas Italia untuk caranya bermain dan membuka peluang. Akankah saya memanggil dia? Tentu saja. Sayangnya saya bukan pelatih timnas," imbuh Mancio.
(arp/a2s)











































