Data dan Fakta Cannavaro

Data dan Fakta Cannavaro

- Sepakbola
Selasa, 19 Mei 2009 19:10 WIB
Data dan Fakta Cannavaro
Jakarta - Setelah tiga tahun memperkuat Real Madrid, Fabio Cannavaro pulang ke Juventus. Meski sempat dapat tentangan dari Juventini, Canna menyimpan ambisi besar untuk kembali sukses bersama Bianconeri. Berikut ini data dan fakta pesepakbola 35 tahun itu.

- Cannavaro lahir pada 13 September 1973 di Naples, Italia.

- Napoli menjadi klub pertama Cannavaro setelah resmi mengikat kontrak pada tahun 1992.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Pindah ke Parma tahun 1995. Di sana dia memenangi Copa Italia (1999-2002) serta Piala UEFA di tahun 1999.

- Dia sempat terlilit kontroversi saat sebuah rekaman video memperlihatkan dirinya tengah menyuntikkan sesuatu pada malam sebelum laga menghadapi Olympique Marseille di final Piala UEFA 1999.

- Musim panas tahun 2002, Cannavaro resmi menjadi pemain Inter saat Parma menerima pinangan sebesar 23 juta Euro.

- Dua tahun memperkuat Nerazzurri, Canna menyeberang ke Juventus dan bergabung kembali bersama dua mantan rekannya di Parma, Gianluigi Buffon dan Lilian Thuram.

- Bersama Juventus, Cannavaro memenangi dua scudetto berturut-turut pada 2005 dan 2006, namun kemudian dicabut terkait skandal calciopoli.

- Juli 2006 resmi menjadi pemain Real Madrid bersama Emerson dengan uang transfer sebesar 20 juta Euro.

- Cannavaro menjadi kapten timnas Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006, dia bahkan dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dalam turnamen itu menyusul performanya yang luar biasa bersama Gli Azzurri.

- Sukses di Jerman 2006 mengantarnya menjadi defender kedua yang memenangi gelar Ballon d'or setelanh yang pertama didapat Matthias Sammer pada 1996.

- Kisah suksesnya juga dilengkapi dengan gelar Pemain Terbaik Dunia versi FIFA

- Cannavaro gagal memberi sukses serupa buat Italia pada ajang Euro 2008. Dia mengalami cedera setelah menderita cedera pergelangan kaki pada malam sebelum turnamen.

- 19 Mei 2009 kembali resmi menjadi pemain Juventus, meski tetap dapat resistensi dari Juventini yang merasa dikhianati saat hengkang ke Madrid saat juventus terdegradasi.
(din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads