Inter Milan adalah tim terakhir yang dilatih Mancini. Tahun lalu, ia harus meninggalkan jabatannya lantaran Presiden Inter, Massimo Moratti, lebih memilih Jose Mourinho untuk menempati posisi itu.
Padahal prestasinya di Inter cukup mentereng. Dalam kurun waktu empat tahun ia berhasil mempersembahkan tiga scudetto, dua Coppa Italia dan dua Piala super Italia. Prestasi inilah yang membuat pria berusia 44 tahun ini masih diminati beberapa klub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk kursi manajer Chelsea yang akan lowong pasca berakhirnya kontrak Guus Hiddink di akhir musim, berhembus kabar bahwa posisi tersebut akan ditempati pelatih AC Milan Carlo Ancelotti.
Musim akan segera berganti, Mancio pun mengutarakan keinginannya untuk melatih lagi. Meski peminat dari luar negeri perlahan mengilang, ia tetap bertekad bekerja di negeri orang.
"Masa depanku jauh dari Italia. Aku berharap tim asing yang mengontakku. Aku belum mendapatkan tawaran saat ini namun aku juga tidak terlalu mengejarnya," kata Mancini pada Radio Viola seperti dilansir Goal.
Banyaknya waktu yang telah ia habiskan di Seri A adalah pemicu keinginan Mancio untuk mencoba peruntungannya di luar negeri.
"Anda tidak akan pernah tahu apa yang mungkin terjadi dalam hidup. Anda mungkin akan mengatakan sesuatu kemudian melakukan hal yang sebaliknya. Keinginanku adalah untuk melatih di luar negeri setelah beberapa tahun di Italia," ungkapnya.
Bisa jadi Mancio merasa jengah dengan kompetisi sepakbola di negaranya sendiri. Sejak mengawali karir di dunia sepakbola sebagai pemain di tahun 1981, ia menghabiskan hampir seluruh waktunya bermain di Italia. Pada penghujung karirnya sebagai pemain tahun 2001, ia sempat memperkuat klub Inggris, Leicester City, di mana ia hanya bermain sebanyak empat kali.
(arp/arp)











































