Keempat wakil Italia di Liga Champions musim ini tak bisa berbuat banyak menyelamatkan wajah sepakbola sang juara dunia. Inter Milan, AS Roma, Juventus dan Fiorentina, semua rontok bahkan sebelum sampai babak perempatfinal.
Fiorentina jadi yang pertama tersingkir. Tergabung di Grup F mereka kalah bersaing dengan Bayern Munich dan Olimpique Lyon, La Viola sudah terdepak di fase fase grup setelah cuma bisa duduk di posisi tiga klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal penampilan keempat klub Italia tersebut, Don Fabio menyebut kalau cuma Inter yang setidaknya pantas berada di final. Sementara tiga lainnya bahkan tak berada di satu tingkat dengan empat klub semifinalis.
"Inter layak untuk berada di final, atau paling tidak melangkah hingga semifinal. Sayangnya mereka harus menghadapi Manchester, meski saat itu mereka (MU) tak dalam kondisi sebaik saat ini," ungkap Capello seperti diberitakan Channel4. "Juve dan Roma tidak berada satu tingkat dengan semifinalis musim ini," sambung dia.
Minimnya daya saing klub Seri A disebut Capello terjadi karena pemainnya terlalu "lembek" saat harus beradu fisik dengan pemain lawan. Dan kondisi tersebut disayangkan mantan pelatih AC Milan dan AS Roma itu telah menjadi bagian tak terpisahkan di budaya sepakbola Italia saat ini.
"Klub Italia harus lebih baik lagi baik dalam hal permainan dan fisik. Mereka harus memperbaiki lagi. Premier League lebih kompetitif dibanding Seri A, di mana banyak sekali gangguan terjadi."
"Publik Italia cuma menerima sedikit kontak fisik, mereka akan marah saat wasit tak meniupkan peluitnya dan pemain melakukan diving. Saat pemain melakukan itu di Premier League, mereka akan disoraki. Itu hal mendasar yang diadaptasi secara terus-menerus dan mempengaruhi fisik," pungkas Capello. (din/key)











































