Jika Ibra Mengamuk

Jika Ibra Mengamuk

- Sepakbola
Senin, 01 Jun 2009 01:42 WIB
Jika Ibra Mengamuk
Milan - Zlatan Ibrahimovic begitu meledak-ledak ketika ia mengamuk di Giuseppe Meazza, untuk menginspirasikan kemenangan Inter Milan atas Atalanta. Sebuah rekor fantastis pun ia torehkan.

Bomber top Swedia itu tampak sangat emosional dalam pertarungan hari terakhir Liga Italia, Minggu (31/5/2009) malam WIB, saat Inter menjamu tim yang juga berjulukan I Nerazzurri, Atalanta.

Puncaknya terjadi di menit 81. Begitu ia menjebol gawang Ferdinando Coppola, untuk membuat Inter unggul 4-3, Ibrahimovic langsung membuka bajunya dan berteriak-teriak sangat eksplosif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gol itu memang begitu krusial buat pemain berusia 27 tahun itu. Soalnya, ditambah gol pertamanya di menit ke-12, ia berhak menyandang predikat Capocanonnieri alias pencetak gol terbanyak.

Total Ibrahimovic mendulang 25 gol, atau satu lebih banyak daripada Marco di Vaio (Bologna) dan Diego Milito (Genoa), yang pada aksi terakhirnya malam ini juga sama-sama mencetak gol.

Jika wajahnya tampak "sangar" dalam selebrasi gol pamungkasnya itu, muka Ibrahimovic berubah cair setelah kompetisi purna. Saat diwawancarai televisi Inter, ia mengeluarkan senyuman terbaiknya dan mengatakan:

"Memenangi titel ini sungguh indah. Tapi ini kemenangan bersama, kemenangan tim. Aku sangat senang rekan-rekan memberiku banyak bantuan. Terima kasih buat mereka, aku bisa mencetak 25 gol. Kami ingin memenangi ini di depan suporter kami, dan hari ini kita berpesta."

Catatan plus dari prestasi Ibrahimovic ini adalah dia menjadi top skorer asing pertama sejak 2001 yang mendulang minimal 25 gol. Legiun asing terakhir di atas dia adalah Hernan Crespo, yang menghasilkan 26 gol saat menjadi Capocannieri musim 2000/2001 bersama Lazio.

Khusus di Inter, ia menjadi pemain asing tersubur dalam satu musim dalam rentang waktu 50 tahun. La Beneamata pernah memiliki seorang Argentina bernama Antonio Valentin Angelillo, yang mengemas 33 gol saat menjadi top skorer Seri A musim 1958/1959.

"Well, kalau begitu aku membuat sejarah dong ... " Lagi-lagi Ibra tersenyum.
(a2s/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads