Andalan lini depan Inter itu bikin sepasang gol untuk membantu timnya menundukkan Atalanta 4-3 di pekan terakhir Seri A. Tambahan itu membuat golnya genap jadi 25, terbanyak di Seri A musim ini.
"Bagus berakhir seperti ini, tak bisa lebih baik lagi," ucap Ibra kepada Sky Italia yang diwartakan Channel 4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masa depan? Aku tak tahu. Kalau sesuatu akan terjadi, itu akan hadir setelah laga ini. Kita lihat saja, aku belum tahu," tukas dia.
Ibra kini sepertinya sudah "lapar" memulai babak dan petualangan baru dalam karirnya. Masalahnya, di Seri A bersama Juventus dan Inter, dia merasa sudah "kenyang" capaian.
"Aku sudah memenangi semuanya di Italia. Saat aku tiba, banyak yang mengkritik, mengatakan aku adalah pemain fantastis tapi tak bisa bikin gol. Sekarang aku sudah memenangi predikat Capocannoniere dan membuktikan diri".
"Tak bisa lebih baik dari ini. Aku sudah memenangi lima Scudetti, Piala Super, aku belum mendapatkan Coppa Italia, tapi tak mengapa. Aku tak tahu mau berbuat apalagi di Italia, selain menambah koleksi gelar," urai penyerang berusia 25 tahun itu berteka-teki.
Lantas, apakah musim panas ini benar-benar akan jadi yang terakhir buat Ibra di Italia? "Kita lihat nanti. Sekarang ada dua laga internasional bersama Swedia dan kemudian kita tunggu dan lihat yang terjadi."
(krs/a2s)










































