Leonardo diangkap sebagai pelatih baru Milan menggantikan Carlo Ancelotti. Meski belum memiliki pengalaman sebagai pelatih, dia diharapkan bisa memberi sukses besar buat Diavolo Rosso, sebagaimana telah dilakukan Josep Guardiola bersama Barcelona.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, Leonardo sudah memikirkan strategi macam apa yang akan dia gunakan musim depan. Satu yang dia pastikan adalah penampilan offensif dari Kaka dkk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leonardo tak cuma mau Milan tampil menyerang. Dia ingin Rossoneri menjadi seperti Barcelona yang tampil atraktif dan menjadi klub dengan praktik sepakbola paling enak dilihat.
"Saat ini tim yang memainkan sepakbola paling baik adalah Barcelona. Sepakbola di Italia punya banyak model, misalnya 4-4-2 yang sangat statis, dan konsekuensinya akan datang dari fans yang melihat sepakbola yang lebih atraktif," sambung dia.
Karena berasal dari Brasil, aroma Samba juga akan diaplikasikan Leonardo pada skuadnya musim depan. Di samping itu dia juga menekankan kalau kondisi psikologis dan semangat bertanding yang tinggi punya peran yang tak kalah besar dibanding talenta dan kekuatan semata.
"Saya terinspirasi Brasil dari Tele Santana, tapi itu tahun 80-an, tapi sekarang Anda tak bisa melakukan itu lagi. Sepakbola tak cuma soal telenta yang dibantu dengan kekuatan dan pertempuran karena semuanya sudah berubah, Anda butuh lebih banyak semangat juang.
"Bahkan pelatih seperti Guus Hiddink belakangan mengubah skema permainannya, lebih memberdayakan kekuatan fisik. Perubahan akan selalu ada. Saya sangat mengidolai Brasil 1982, tampak berkilau saat bermain, di mana pemainnya tak punya posisi yang pasti sementara dua full-back banyak maju ke depan," pungkas Leonardo.
(din/krs)











































