Sebelum memulai intensitasnya bekerja di markas latihan Milan, di bulan lalu Leonardo cukup sibuk dengan aktivitas duduk di kelas mengikuti kursus kepelatihan untuk mengambil sertifikat tingkat II dari UEFA.
Di Italia, setiap pelatih harus memenuhi syarat lisensi dari UEFA untuk bisa menjadi pelatih klub Seri A. Leonardo belum melewati ujian sertifikat Level I, tapi ia diperkenankan otoritas sepakbola Italia untuk menjadi suksesor Carlo Ancelotti, karena dulunya termasuk pemain level atas dan pernah tampil di Piala Dunia (1994).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ujian adalah ujian, dan itu berarti kita pasti merasa tegang. Tapi saya melakukan perdebatan yang bagus dengan para pengajar, dan saya senang dengan hasilnya," tuturnya, seperti dikutip dari situs Football Italia, Rabu (15/7/2009).
"Hari ini saya secara resmi menjadi seorang pelatih, dan ini sangat menyenangkan. Terus terang, ini semacam kejutan dalam hidupku," tandas mantan pemain, direktur dan pemandu bakat di klub berjulukan Rossoneri itu.
"Pelatihannya lama dan susah, tapi memang harusΒ begitu," pungkas sosok bernama lengkap Leonardo Nascimento de Araujo itu, yang menguasai bahasa Portugal, Italia, Spanyol, Jepang, Inggris dan Prancis itu.
(a2s/krs)










































