Sejumlah aksi Balotelli di musim lalu kerap membuat pendukung tim lawan meradang. Kejengkelan mereka lebih pada sikap penyerang Inter Milan ini di lapangan.
Contoh paling nyata adalah pada saat Nerrazurri menjamu Roma di musim lalu. Dalam laga di mana ia mencetak dua gol, Baloteli melakukan aksi provokasi dengan menjulurkan lidahnya tepat ke arah pendukung Roma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai sekarang siapapun yang mengolok-olokku akan menemui Mario yang berbeda. Jika seseorang menyiuli atau mencibir, itu hanya akan masuk kuping kanan keluar kuping kiri," ujarnya kepada Il Corriere dello Sport seperti dilansir Goal.
"Setidaknya aku akan mencoba untuk itu karena aku tetap merupakan orang yang memiliki naluri. Aku merasa lebih matang dan aku tidak akan bereaksi."
"Bagaimana aku akan melakukannya? Dengan menafikan siapa yang meyerangku. Aku merasa lebih yakin terhadap diriku. Seorang berusia 17 tahun dapat bereaksi ketika dirinya diserang. Kemudian kamu tumbuh dan berkembang."
Soal hubungannya yang menegang dengan pendukung Roma, Balotelli mengaku telah memikirkan gaya selebrasinya ketika Inter bertandang ke Olimpico musim depan. Ia mengatakan bahwa dirinya akan melakukan aksi santun di dekat pendukung Il Lupi.
"Aku telah berpikir tentang laga Roma-Inter dan apa yang akan aku lakukan kalau mencetak gol. Aku akan melakukannya di dekat pendukung Roma, tapi aku tidak akan menyerang atau bersikap secara vulgar. Aku malah berpikir untuk membuat mereka tertawa juga," tandasnya.
Soal hinaan bersifat rasis, pemuda keturunan Ghana itu mengaku tenang setiap kali membicarakannya. Intinya, ia setuju jika wasit menghentikan pertandingan jika terjadi penyerangan rasis di lapangan, untuk sebuah pendidikan pada masyarakat.
Hal lain yang ia tuturkan adalah keberadaannya di Inter Milan, salah satunya soal nomor punggung yang akan dikenakannya musim depan.
"Akusempat memikirkan nomor 9 karena aku suka. Tapi perubahan bisa memberiku bad luck. Jadi aku tetap pakai 45. Bukan karena Ronaldo pernah memakai nomor ini (di Inter), dan aku jadi lebih terbebani. Tapi ini karena akuΒ mulai terbiasa dengan 45 dan mungkin akan terus memakainya sepanjang karir, di Inter ataupun di tim lain kalau suatu hari nanti harus pindah."
(a2s/a2s)











































